Di internet, kita sering menemukan klaim tentang makanan tertentu, seperti pare, kayu manis, atau jus tertentu, yang konon bisa “menyembuhkan” diabetes secara total. Secara medis, tidak ada satu jenis makanan pun yang dapat menggantikan fungsi obat-obatan atau insulin. Meskipun bahan-bahan alami tertentu dapat membantu mendukung metabolisme, mereka bukanlah pengganti terapi medis yang telah ditentukan oleh dokter. Fokus pada satu “makanan ajaib” justru berisiko membuat seseorang mengabaikan keseimbangan nutrisi secara keseluruhan.
Selain itu, muncul anggapan bahwa penderita diabetes tidak boleh makan karbohidrat sama sekali. Ini adalah kekeliruan besar. Tubuh tetap membutuhkan karbohidrat sebagai sumber energi utama. Kuncinya bukan pada menghilangkan karbohidrat, melainkan pada memilih jenis yang tepat, seperti karbohidrat kompleks dengan indeks glikemik rendah (misalnya gandum utuh atau sayuran). Manajemen diet diabetes yang berkelanjutan didasarkan pada variasi nutrisi dan kontrol porsi yang seimbang, bukan pada pembatasan ekstrem yang tidak didukung secara klinis.
